Halaman

Sabtu, 05 Mei 2018

MALARIA


PENDAHULUAN
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Dikenal 5 (lima) macam spesies yaitu: Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae dan Plasmodium knowlesi. Parasit yang terakhir disebutkan ini belum banyak dilaporkan di Indonesia

Penularan malaria memang amat jarang secara langsung, tapi biasanya malaria terjadi dengan proses penularan bila ada kontak dengan darah penderita maupun janin yang terserang infeksi disebabkan penularan dari darah ibunya. Di Indonesia sendiri, tak hanya kasus demam berdarah saja yang persentasenya tinggi, malaria pun memiliki 400 ribu kasus tiap tahun.
Malaria sama mengancamnya dengan demam berdarah dan hal ini terbukti dari adanya 4 ribu kasus lebih di mana penderita malaria mengalami komplikasi dan bahkan dapat meninggal. Namun, anak-anaklah yang paling sering terkena kasus malaria dan gejala yang muncul dapat bertahan selama 1-2 minggu sesudah tubuh terinfeksi oleh parasit.
GEJALA MALARIA SECARA UMUM

Sebelum membahas tentang jenis-jenis malaria berikut segala detilnya, kita juga perlu tahu seperti apa malaria secara umum, termasuk gejalanya. Gejala dari malaria dapat terjadi dengan adanya kondisi demam, mual, muntah, menggigil, diaresakit kepala serta nyeri sendi di mana tubuh seluruhnya terasa begitu pegal dan tak nyaman untuk dipakai beraktivitas. Gejala malaria ringan secara umum dibagi menjadi 3 fase, yaitu:
·         Stadium Dingin – Pada fase atau level ini penderita akan merasakan sekujur tubuhnya kedinginan dan bakal menggigil secara luar biasa. Tak hanya itu, denyut nadi pun bisa lebih cepat dari biasanya hanya saja kemudian menjadi lemah. Yang paling mengkhawatirkan adalah jari dan bibir yang kemudian menjadi kebiruan di mana artinya dapat berubah warna.
·         Stadium Demam – Pada fase atau tahap ini penderita pada umumnya bakal mengalami panas dengan wajah mulai memerah disertai kondisi muntah-muntah. Bahkan pada fase ini penderita pun bakal sering sakit kepala dan kulit juga menjadi lebih kering. Suhu tubuh pun termasuk tinggi karena pada banyak kasus dapat mencapai hingga 40 derajat Celsius dan bisa lebih dari itu. Penderita juga berpotensi mengalami kejang dan berlangsungnya antara 2-4 jam.
·         Stadium Berkeringat – Pada level atau fase ini, penderita akan selalu berkeringat dan suhu tubuh bisa berada di bawah rata-rata yang artinya tubuh menjadi dingin. Hal ini kemudian malah membuat penderita mudah merasa haus karena keringat yang keluar terlalu banyak sehingga terkena dehidrasi. Bila tak segera ditangani, maka penderita bisa memiliki tubuh yang semakin lemah karena kekurangan cairan.
Gejala tersebut adalah pada kondisi malaria yang ringan, sementara untuk malaria yang termasuk berat, tanda-tandanya antara lain adalah:
·         Kehilangan kesadaran atau pingsan.
·         Dehidrasi
·         Kejang
·         Sesak nafas atau malah bernapas secara lebih cepat dari biasanya.
·         Sulit bicara dengan benar.
·         Sering mengigau.
Ketika sudah diketahui adanya gejala dari malaria maka demi memastikan bahwa kondisi gejala benar-benar merujuk pada malaria, maka si penderita harus menempuh diagnosa. Barulah pengobatan bisa ditentukan oleh dokter ketika sudah benar-benar diketahui jenis malaria, tahap gejala dan juga penyebab malaria tersebut. Untuk itu, penting untuk mengetahui dan mengenali jenis-jenis malaria supaya kita bisa mewaspadai sekaligus tahu penanganan yang tepat.
JENIS-JENIS MALARIA
1. Malaria Falsiparum
Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Gejala demam timbul intermiten dan dapat kontinyu. Jenis malaria ini paling sering menjadi malaria berat yang menyebabkan kematian.

2. Malaria Vivaks
Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari.Telah ditemukan juga kasus malaria berat yang disebabkan oleh Plasmodium vivax.

3. Malaria Ovale
Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis biasanya bersifat ringan. Pola demam seperti pada malaria vivaks.

4. Malaria Malariae
Disebabkan oleh Plasmodium malariae. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari.

5. Malaria Knowlesi
Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Gejala demam menyerupai malaria falsiparum.

STANDAR DIAGNOSIS

1. Setiap individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi; wajib diduga malaria tanpa mengesampingkan penyebab demam yang lain.

2. Setiap individu yang tinggal di daerah non endemik malaria yang menderita demam atau riwayat demam dalam 7 hari terakhir dan memiliki risiko tertular malaria; wajib diduga malaria. Risiko tertular malaria termasuk : riwayat bepergian ke daerah endemik malaria
atau adanya kunjungan individu dari daerah endemik malaria di lingkungan tempat tinggal penderita.

3. Setiap penderita yang diduga malaria harus diperiksa darah malaria dengan mikroskop atau RDT.

4. Untuk mendapatkan pengobatan yang cepat maka hasil diagnosis malaria harus didapatkan dalam waktu kurang dari 1 hari terhitung sejak pasien memeriksakan diri.

STANDAR PENGOBATAN

1. Pengobatan penderita malaria harus mengikuti kebijakan nasional pengendalian malaria di Indonesia.

2. Pengobatan dengan ACT hanya diberikan kepada penderita dengan hasil pemeriksaan darah malaria positif.

3. Penderita malaria tanpa komplikasi harus diobati dengan terapi kombinasi berbasis  artemisinin (ACT) plus primakuin sesuai dengan jenis plasmodiumnya.

4. Setiap tenaga kesehatan harus memastikan kepatuhan pasien meminum obat sampai habis melalui konseling agar tidak terjadi resistensi Plasmodium terhadap obat.
             
5. Penderita malaria berat harus diobati dengan Artesunate intramuskular atau intravena dan dilanjutkan ACT oral plus primakuin.

6. Jika penderita malaria berat akan dirujuk, sebelum dirujuk penderita harus diberi dosis awal Artesunate intramuskular/ intravena.
 Gambar terkait

Pengobatan malaria berat

Artesunat intravena merupakan pilihan utama. Jika tidak tersedia dapat diberikan kina drip. Artesunat diberikan dengan dosis 2,4 mg/kgbb intravena sebanyak 3 kali jam ke 0, 12, 24. Selanjutnya diberikan 2,4 mg/kgbb intravena setiap 24 jam sehari sampai penderita mampu minum obat.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Saku Penatalaksanaan Kasus Malaria; Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI : 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar